Kediri – Pelaku usaha Kampung Bubur dari Blitar dan Aqila Fruit dari Tulungagung menyatakan dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan keterampilan siswa melalui kegiatan masak besar di SMK Kertanegara Wates, Kabupaten Kediri, Kamis (15/10).
Kegiatan bertajuk Satu Sekolah, Sejuta Cerita, Berkarya Bersama ICA dan PT BLK dalam rangka memperingati Hari Pelajar Sedunia tersebut merupakan kolaborasi Indonesia Chef Association (ICA) Kediri Raya dan BLK Arsy Gas Indonesia.
Pemilik Kampung Bubur, Muhammad Nur Amin, mengatakan dukungannya dilatarbelakangi kesamaan visi dengan BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA dalam mengembangkan keterampilan siswa, khususnya di bidang tata boga.
“BLK dan ICA ini punya kesamaan visi, yaitu bagaimana kita bisa mengembangkan dan memadukan sekolah-sekolah yang ada. Contohnya di sini ada ekstrakurikuler tata boga, sehingga kita mengadakan masak besar,” ujar Amin.
Ia menambahkan, pihaknya bersama BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA juga telah sepakat mengembangkan pelatihan memasak di berbagai kota. Pelatihan tersebut direncanakan menghadirkan pembelajaran dengan standar pengolahan makanan seperti di hotel.
“BLK bersama ICA sudah sepakat bahwa nanti di setiap kota akan ada pelatihan memasak. Memasaknya sekelas hotel, sehingga dapur-dapur nanti bisa kami undang untuk belajar bersama dan menambah variasi menu,” jelasnya.
Dukungan serupa disampaikan pemilik Aqila Fruit, Muhammad Nur Cholis, yang menjalankan usaha buah, khususnya buah impor, sejak 2018. Ia menilai kegiatan positif di lingkungan sekolah perlu terus didukung agar siswa lebih produktif dan memiliki keterampilan yang bermanfaat.
“Saya mendukung kegiatan-kegiatan yang positif, khususnya di sekolah-sekolah. Harapannya, dengan adanya kegiatan seperti ini bisa membuat siswa lebih produktif lagi. Saya juga siap mendukung penuh kegiatan seperti ini, khususnya di bidang usaha tata boga, karena BLK dan ICA juga mitra kerja saya,” ungkap Cholis.
Tak hanya mendukung kegiatan pendidikan, ia juga menyatakan kesiapannya memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bekerja maupun mendapatkan pelatihan.
“Kalau untuk mereka yang ingin bekerja, saya juga siap. Saya juga siap memberikan pelatihan atau lapangan kerja,” tegasnya.
Dukungan kedua pelaku usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik, tetapi juga berpeluang mengembangkan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja setelah lulus. kin/mg
